Selasa, 23 September 2008

Tolak RUU Pornografi

Pro dan kontra mengenai RUU pornografi semakin marak, hal ini dapat terlihat banyaknya elemen- elemen di daerah menyampaikan aspirasi KETIDAKSETUJUAN untuk MENOLAK Rancangan Undang-Undang Pornografi, terang saja membawa wanita muda Dayak satu ini berteriak untuk mengungkapkan MARI TOLAK RUU Pornografi, ditemui senin siang kemarin, tanggal-22-09-2008, tepatnya jam 13.00, di Asrama sekretariat bersama (SEKBER)JC Oevang oeray Yogyakarta,sebut saja Bu lina seorang gadis muda Dayak, disela-sela duduk santai,sambil menungggu rombongan YUK! Yogyakarta Untuk Keberagaman, ia pun mulai berceloteh ceriwis mengenai "TOLAK RUU Pornografi".
Kata pengantar pun membawa segenap situasi berubah dan mengikuti alur,
sedikit terdiam,dan ada yang senyum-senyum, ada juga yang bergaya tanpa menggunakan baju dan celana pendek,lalu teman yang lain berkata dan bersaut-sautan...hey..hey...tangkap...tangkap...itu aksi pornografi, begitulah tiruan saya, terhadap teman tadi. Tak lama kemudian bung bertus pun datang menghampiri saya "Ya lina kita bersama menolak RUU Pornografi itu" sesi pembicaraan pun dimulai dengan santun, O iya mengapa tidak setuju Bung bertus, Bung bertus pun menjawab alasannya, Jika kita menerima RUU ini, maka Kal-bar akan terkena imbasnya,ingat penjelasan definisi-definisi isi pasal yang ada,masih mengandung makna dan tujuan lain, ya itulah tadi sedikit kutipan alasan bung bertus item yang berlagak dengan isapan rokok yang dihisap dan kemudian dihembuskanya,huh...akupun mulai menduga-duga apa makna dan tujuan lain yang tersurat dan tersirat dibalik kata-kata bung bertus tadi ya, akupun mulai menduga-duga apa benar apa salah ya....
Ok akupun mulai dengan pendapatku, ya...ya...ditengah permasalahan yang kompleks, membawaku berpikir kilas balik, Huh...persoalan BLBi saja belum tuntas,apalagi kalau bukan mengenai kucuran dana BI ke sejumlah anggota DPR, eh...eh kok malah bisa-bisanya ada lagi persoalan baru yang telah terkubur 10 tahun yang lalu, dibuat dan dihidupkan kembali, dengan sengaja dan tanpa sengaja, mengalihkan persoalan2x yang lalu,menjadi mungkin-mungkin saja? persoalanya adalah apa mungkin anggota DPR sekarang sedang mencari populeritas menjelang pemilu 2009 ini, atau memang hal tersebut sekenario yang telah direncanakan ya atau..hus...hus..(diam lin, ini bulan puasa lho, ndak baek saling tuduh dan menunding)Ok baiklah saya setuju, O ya tapi mengapa ya pas momentnya dibulan fitrah ini, ketika umat secara khusuk berbondong-bondong melakukan pembenahan diri kepada Sang khalik, untuk memohon, meminta hapuskan segala bendungan dosa-dosa, dalam kubungan pengsucian yang teramat dalam. Lalu mengapa orang-orang malah meributkan masalah RUU pornografi ya?? apa ini yang disebut kado hadiah menyambut Idul fitri, apa mungkin ini ujian terberat pada bulan yang penuh barokah ini.....Opsssss
OK kembali ke nice topic tadi,Opsss..."TOLAK RUU pornografi.com euyyy...Ok mengenai ungkapan bung bertus item.com tadi, saya sedikit menduga-duga jangan-jangan dibalik RUU Pornografi ini terdapat,ada "udang dibalik bakwan" maksudnya apa lin, ya maksudnya tuh? seperti tidak tahu saja he...he...begini,itu lho di dalamnya itu mengandung 'produk politis' bukannya terlihat jelas, adanya pelampiasan sub-sub bidang tertentu yang semua secara tidak sengaja, mau tidak mau menjadikan tameng alasan, sebuah obsesi yang mengarah pada peraturan-peraturan bersifat agamais dan moralitas,lho lin, kita kan negara pluralisme yang berpancasila dan ber-bhinika tunggal ika, lalu kenapa negara ini mau dibuat dikotomi,pengkotak-kotakan mayoritas sub agama tertentu begitu maksudmu?....eit...eit....tunggu dulu ya,apalagi membawa-bawa moralitas? lho inikan sifatnya subjektif ?lalu nanti apa kata dunia? so bukankah hal ini sudah ada sub bidang, disposisi, yang jelas2 sudah ada mengaturnya, lalu kenapa Undang-undang berhak atas segalanya, lalu kerjaan orang-orang yang duduk menjadi Dewan Perwakilan Rakyat yang juga dinotabenekan sebagai para politisi ulung,apa tidak bisa memilah-milah sub-sub bidang yang mengarah pada tatanan yang disposisi yang sesuai dan tepat, dalam hal pembuatan Undang-undang. Kok bisa ya lin.....ya bisa donk.
Ok kembali ke nice topic Penolakan RUU Pornografi pun terus membanjir, tak kala para Anggota Dewan, pansus RUU pornografi, Panja RUU pornografi, sibuk menampakan aksi kepandaianya yang satu tidak mau kalah, dan yang satu lagi tidak mau kalah juga. Namun tetap saja kekeh mempertahankan bahwa RUU Pornografi itu, patut dan patut disahkan...ha...ha...ada-ada saja para dewan itu. Bayangkan saja ditengah-tengah terjadinya pembelaan diri para anggota dewan yang membuat RUU pornografi tersebut,menjadikan para anggota terlihat tidak sadar dan bodoh, bahwa jelas definisi isi dari Undang-undang yang dibuat pasal demi pasal itu, masih saja mengandung multitafsir, bagaimana tidak lin, tau tidak kalau definisi pornografi berbunyi seperti ini pornografi adalah sebagai materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, gambar, kartun, syair, percakapan, ataupun media komunikasi lain yang dapat membangkitkan hasrat seksual, bukankah ini menimbulkan ambiguitas pemahaman, lalu kalau saya mengambar/melukis foto salib Tuhan yesus yang hanya menggunakan kain putih yang menutupi,"MaaF" bagian pinggang dan paha atas serta alat vital seorang laki-laki dan betelanjang dada,Apakah saya salah dan akan ditangkap?lalu,jikalau patung salib Yesus saya,pajangkan didinding sebagai lambang saya sebagai seorang iman katolik, kmudian ada yang melihat dan mengatakan itu ponografi, maka, apakah saya akan ditangkap juga? lalu, jikalau saya yang gemar mengkoleksi foto-foto tokoh Idola seperti madona,jenifer lopez,yang sedang mengenakan baju tipis putih,dimana foto tersebt'agak' menonjolkan lekuk bentuk tubuhnya,ya yang tentunya secara tidak sengaja dan kebetulan teman saya meminjam dan melihat,dipicture handpone saya, maka saya akan salah dan ditangkap juga?benar begitu? lalu, bagaimana nasib patung2x yang ada di Borobudur tample?yang bertelanjang dada itu,lalu bagaimana juga nasib kurikulum ekstarkulikuler renang pada instansi pendidikan,yang mengharuskan siswa-siswinya mengenakan baju renang? apa akan dihapus juga ekstra ini?lalu,bagaimana nasib para penghuni2 keraton yang hanya menggunakan kemban semampai/brokat saja? Nah, kemudian bagaimana juga nasib perempuan-perempuan Dayak, yang notabene hidup bersentuhan dengan alam,hutan,sungai terhadap kecintaan sebuah tradisi mandi disungai, yang seyogyanya hanya menggunakan kemban saja? Lalu bagaimana nasib para seniman senimanwati untuk bisa meng-ekspresikan kreatifitasnya? padahal kita tahu, seniman juga bagian dari masyarakat,dan juga dari para seniman-senimanwatilah,lahir,tumbuh dan terus berkembang para junior penerus bangsa baru, untuk menjadikan para seniman-senimawati senior, sebagai seorang InspiratOr kekal. Lalu, bagaimana juga nasib saudara kita di papua yang identik dengan koteka? lalu bagaimana nasib musik dangdut, yang notabene musik ini diwajibkan dan dilahirkan untuk bergoyang? bukankah musik dangdut, musik pelega beban-beban masyarakat? Oh Tuhan, saya bisa membayangkan musik dangdut,jika tanpa goyangan 'bagai sayur tanpa garam' huh...huh..Lalu,bagaimana caranya agar bisa mengungkapkan sebuah kerinduan teramat dalam pada sang kekasih, ketika satu kecupan melayang manis secara refleks,asertif,spontan diucapkan, yang kira-kira seperti begini penyampaianya,sayang aku tetap sayang padamu..MUah...muach..dan..muach....ya tentunya berkomunikasi melalui via telephone ataupun handpone. Pertanyaan saya, adalah "apakah batasan ini,dapat menjadi kriteria materi seksualitas?"lalu sejauh mana hal tersebut dapat merangsang hasrat seseorang?yang kita tahu bahwa hasrat seseorang tidak dapat diukur? atau mungkin (sedikit mengutip bahasa ibu tiur hutagaol anggota DPR dari fraksi PDS) saya, akan membuka celana dalam seseorang dan lalu melihatnya? apakah orang tersebut terangsang apa tidak? apa begitukah?Oh Tuhan ini sungguh ruang privat, dan ini sifatnya pribadi.
Namun belum juga usai, pasal 8 RUU Pornografi pun mulai beryanyi-yanyi mengema lagi dan lagi,dengan definisi isi ambigu, yuk mari kita intip "Pasal ini menyebutkan bahwa setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi obyek atau model yang mengandung pornografi, bukankah isi daripada definisi ini sangat-sangat mencampuri hak pribadi,ditambah lagi tidak bersahabat, dan tidak berempati terhadap kaum perempuan yang menjadi korban industri seksual? ingat ”Perempuan yang menjadi obyek industri seksual adalah korban ketidakmampuan ekonomi, keterbatasan pemahaman, serta terjebak dalam konstruksi budaya patriarki yang kerap kali menjadikan tubuh mereka sebagai komoditas. Karena itu, menghukum mereka sama artinya menjatuhkan hukuman ganda,” ujar Ellin Rozana seorang Direktur Institute Perempuan. Oh Tuhan betul kata Ibu Siti Musda, seorang profesor sekaligus aktivis perempuan, berkata bahwa memang rancangan RUU Pornografi ini, tidak mengenal mana pelaku dan mana korbannya, dan apa betul RUU ini, mewakili perempuan? padahal tetap saja perempuan menjadi sasaran objek. Iya kan bu lina.Lalu, apa tetap bisa dipaksakan moralitas diatur oleh agama?, bukankah agama tidak mengajarkan seperti itu....dan bukankah moralitas dan agama adalah sebuah pilihan...
Demikian, juga pada pasal 21 RUU Pornografi, yang mengatakan bahwa masyarakat dapat berperan serta mencegah penggunaan dan penyebarluasan pornografi. bukankah hal tersebut dapat memicu konflik? sehingga masyarakat dapat bermain hakim sendiri? lalu, bagaimana peranan pihak keamanan yang tentunya wajib dalam meberantas hal tersebut? bukankah ini tugas pak polisi, dimana jelas tertulis pada hukum KUHP pasal 282 tentang kesusilaan? Huh....ribet bo...
Adapun, beberapa himbauan dari ibu lina, Bahwa ada baiknya kita 'Menolak' RUU Pornografi, karena hal tersebut dapat merusak dan memecahbelah keberagaman antar umat sebagai beragama, dan antar umat sebagai rakyat indonesia, dan tampak jelas hal ini, akan membatasi ruang gerak hak privat seseorang, serta ruang gerak terkekang dan terpasungnya sejumlah tanggung jawab beban seseorang atau(keluarga), yang tentunya dalam hal mendidik pembentukan karakter penerus bangsa yang bermartabat,Oleh karena itu ada baiknya selagi dini tempatkanlah peranan-peranan,disposisi-disposisi,sub-sub, pada bagian yang tepat pada ruang porsi dan takaran yang tepat, karena bagian yang tepat akan memperjelas langkah sesuatunya menjadi jelas, seperti ada baiknya dalam hal mengenai pendidikan budi pekerti,dimana terjadi proses pembentukan moralitas yang telah ditanam melalui peranan orang tua dan keluarga,serta adanya penguatan bantuan dan campur tangan dari pihak sekolah. Sehingga kelak proses pembentukan seseorang tidak mangalami kesalahan, Memang sungguh berat tapi inilah tugas dan tantangan bagi kita kedepan, untuk tetap terus bersama-sama menciptakan dan tetap menjaga kebaikan bangsa indonesia menjadi terus beragam.

Selasa, 08 Juli 2008

Aku Mendengar semuanya ( Ketika perselingkuhan menjadi malapetaka)

Bukan fiktif namun fakta...
Bukan palsu namun asli...
Bukan kebohongan namun kejujuran...
Bukan kehidupan tanpa sebuah persoalan...
Barangkali ini permulaan sekapur sirih didalam seni sebuah kehidupan, dimana hidup pasti ada pasang surut baik itu didalam hubungan relasi sekalipun, bahkan dalam berumah tangga sekalipun. Oleh karena itu ijinkan saya, berbagi sedikit cerita pada hari ini.
pagi itu tepatnya pukul 07.30 aku,beranjak bergegas mandi memang saat itu, aku tidak seperti biasa agak telat,aku pun langsung menuju ke kamar mandi, lekas menutup pintu dan menceburkan wajahku diember berisikan air bening dan dingin, yah disebuah kamar mandi dengan lantai dan dinding berwarnakan kebiru-biruan langit, membawa suasana begitu sejuk dan teduh, aku pun betul-betul menikmati mandiku dengan penuh kenyamanan di temani usapan sabun biore aromateraphyku.
tiba-tiba tak ada angin tak ada hujan, aku mendengar suara perempuan yang meraung-raung bagaikan kesurupan memaksakan kehendak seperti sebuah emosi yang begitu meluap-luap, akupun menduga suara itu adalah suara Mbk N yah...benar itu suara mbk N, sontak saja aku, berpikir ah mungkin saja ia membicarakan masalah bisnisnya bersama kolega-koleganya yang ingin memesan kembali jenis barang kerajinan tangan berupa kain flanel, pembicaraan pun terus ku ikuti karena memang pada saat itu suara mbk N begitu jelas terdengar di rumah bangunan tua yang menurutku rumah itu begitu besar, bahkan ketika kenikmatan mandiku pun telah selesai,aku pun begegas keatas menuju ke kamarku, dan lekas aku bergaya di depan cermin dan memoleskan powder diwajahku dan lipstik nude dibibirku, kusisir lagi rambutku dan kubenahi lagi penataanya...
Begitu asyik aku,bercermin tiba-tiba saja lagi dan lagi aku, mendengar suara yang lantang berteriak mengatakan "pa..pa..perempuan mana yang tidak sakit hati, ketika melihat dan mendengar suaminya bermain dengan perempuan lain'ingat pa, ingat kamu sudah punya anak, anak-Mu perempuan dia sudah besar, begitu tega kamu seperti itu, dasar kamu pa, suami yang tidak punya perasaan" nah begitulah kira2 pembicaraan itu...suara lantang pun bergema, namun pelan-pelan berubah lirih yang terdengar di temani desisan rengekan tangisan yang menghampiri, dimana babak baru pertengahan pembicaraan dimulai, yang dimana pembicaraan itu sungguh tidak mengenal dan memandang sebuah tanda titik dan koma, terus dan tanpa henti, tanpa lelah argumen2pun dilayangkan demi pembelaan diri, terus dan terus terjadi disclosure yang mengarah pada kesalahan-kesalahan sang suami, dan luapan-luapan emosi begitu dasyat...yah itulah...batinku maaf Mbk N, sungguh aku tidak bermaksud ingin mendengar pembicaraan kalian, tapi mau tidak mau aku harus mendengar saat itu suara-Mu begitu jelas dan tergiang di telingaku...sekali lagi maaf ya mbak...
Dadananku telah selesai aku,pun meraih tas dan kunci motorku dan segera siap berangkat,sebelum menancapkan gas aku tidak pernah lupa selalu memanaskan motorku, sejenak hening suasana rumah hanya suara motor yang terdengar, yah aku pun berpikir mungkin pembicaraan Mbk N dan suaminya telah usai,dan kembali ku begegas menutup roling dan menguncinya,namun mataku dengan siggap tiba-tiba tertuju pada ruang tamu,tempat duduk di pojokan kiri, tepatnya sudut ruang tamu sebelah kiri terduduk tubuh lemas Mbk N, yang mengisakan air mata di temani dua Hp nokia yang terletak diatas meja. Oh Tuhan batinku saat itu tergugah, aku bingung apakah aku harus menghampirinya atau berlalu pergi begitu saja...sungguh aku bingung...batinku berkata lagi ah sudahlah...biarkan sajalah urusan orang...batinku berkata biarkanlah sejenak Mbak N belajar menikmati dan merasakan keheningan bersama konflik yang ada...dan akhirnya akupun memutuskan tidak menghampirinya,dan langsung berangkat...
Setiba diperpustakaan tepatnya di workstation akupun meraih user yang akan kugunakan dan berhadapan langsung dengan komputer,sesegera mungkin aku pun mengecek email-ku, akupun teringat ada beberapa email yang harus ku balas...namun tetap saja ada yang mengganggu yah cerita tadi,Ok baiklah..kembali ke nice topic sungguh Mbak N sekali lagi aku minta maaf 'aku mendengar semuanya' tapi jujur dan sungguh disayangkan aku tidak bisa mendengar apa balasan pembicaraan dari sang suami, sekali lagi maaf ya mbak sungguh aku tidak bermaksud mencampuri urusan rumah tangga Mbk, namun yang ku tahu pada saat itu diri-Mu terluka, berantakan, pusing, ragu, kecewa, dan marah, yah mbk aku bisa merasakan apa yang mbak rasakan saat itu, sungguh...mbak wanita mana yang mau menerima jika cintanya di duakan?? dan wanita mana yang rela jikalau sang suami tercinta di ambil oleh wanita lain??sungguh jikalau akupun menjadi mbak N tidak akan rela dan sanggup menerima ini semua...yang sabar yah Mbak pertanyaan besar pada diriku "Begitu beratkah dampak ekstrem pengaruh pertengkaran ini dipandang pada kacamata efek psikologis-Mu mbak...(maklumlah mbak daku, belum pernah merasakan hidup berkeluarga,apalagi di duakan)namun dari beberapa peryataan teman-temanku yang mengalaminya, aku bisa mengambil kesimpulan betapa sakitnya...apalagi ada pengakuan temanku yang mengatakan bahwa selingkuh adalah hal yang tidak mengenakan artinya temanku mungkin sudah kapok, namun ada lagi yang mengatakan selingkuh itu indah ibarat injury time, jadi pergunakanlah sisa waktu yang ada untuk menikmati pacar baru, aku bisa menyimpulkan artinya temanku begitu ketagihan ibarat seorang yang kecanduan dengan pil2 yang mengenakan namun sesungguhnya mematikan, bagaimana tidak enak sesaat namun dampak yang teramat besar ah sudahlah...malas kuungkapkan begitu panjang untk diuraikan, O ya Apalagi saat itu 'aku mendengar semuanya' yah aku mendengar semuanya dari pihak-Mu mbk, sungguh...keprihatinan yang kurasakan...apalagi disebut-sebut diri-Mu ingin minta bercerai?? Oh Tuhan...betapa sakitnya yah...aku-pun ingat bukankah Tuhan benci akan perceraian yang di lakukan oleh ulah manusia, bukankah Tuhan berkata "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu, karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia"(Mat.19:6)nah itu kan ajaran-Mu yang ku Imani..
O ya sebelumnya aku mau bercerita Mbak N memang seorang wanita muslim yang cantik, langsing, mengenakan jilbab, dan lulusan dokter tepatnya universitas mana aku tidak tahu?? dimana sekarang mbak N menguluti dunia bisnis sebagai posisi Leader, sebuah usaha yang bergerak pada jenis barang kerajinan tangan yang dimilikinya...
Oh Tuhan menyingkapi hal ini sungguh membuat pilu pemberontakan hati seorang perempuan, bagaimana tidak ketika masih ada ulah manusia yang kurang ajar dan mengatakan pembenaran bahwa selingkuh itu indah namun keindahan apa yang di cari,ya Ok lah saya, setuju jikalau ada keindahan didalamnya, namun ingatlah keindahan yang ada hanya bersifat sementara dan sekejab,artinya saya tidak setuju dan tidak ada pembenaran dalam perkawinan adanya perselingkuhan, dan jelaslah ini menjadi sumber malapetaka didalam kehidupan berumah tangga...Oleh karena itu jangan coba2 untuk berselingkuh, karena berselingkuh akan menghantarkan kita pada jurang keterjebakkan pada sikon dilematis baik itu pada pasangan pria maupun wanita...sungguh sekali lagi pikirkanlah dampak kerentanan terhadap psikis, fisik, maupun masa depan anak2xMu kelak...Oleh karena itu janganlah coba-coba, namun cobalah habiskan hidup untuk melakukan yang terbaik Ok. buat mbak N yang sabar mbak di balik semua permasalahan pasti ada rahmat Tuhan yang tersembunyi,jadi sepatutnyalah jangan khwatir ya mbak, tetap "personal strenght" aku rasa mbak cukup tangguh mempertahankan perkawinan mbak, Ok Gbu deh...

Senin, 16 Juni 2008

Rindu Perempuan

Memberontak pilu hati perempuanPhotobucket
perempuan memberontak pilu hati

Tergopoh-gopoh sang perempuan
sang perempuan tergopoh-gopoh.....

Apa gerangan oh geranganPhotobucket
gerangan apa oh..gerangan apa...

Perempuan bertanyaPhotobucket
perempuan juga yang menjawab

Kemanakah saat 6 bulan 12 hari ituPhotobucket
entahlah semukah ini.....

Hey...berhentilah berbicaraPhotobucket
Aku, muak mendengar nasehatmu...

Kesombongan-Mu membuatku benciPhotobucket
sehingga mau tidak mau membuatku
terlalu larut di dalamnya...sekali lagi entahlah....

Diri-Mu bertanya masih adakah sayang ituPhotobucket
Sayang itu bertanya pada diri-Mu

Jawabanku 'Diam' sekali lagi DIA bilang dengar...dengar...Photobucket
Entahlah mulutku terkunci rapat...

Rasa-rasanya seperti pil pahit kutelanPhotobucket
nafas-KU pun pelan-pelan terhembus juga...

Tak kala suara itu lirihPhotobucket
Sungguh tidak sejantan, sewaktu Ia katakan, Aku ingin bersama-MU.
Ntahlah...apa gerangan terjadi
terjadi apakah gerangan...
Katakakanlah lagi aku, sabar menunggu-Mu...ayolah Sayang katakanlah lagi...
Jauh di lubuk hati terdalam, Aku-pun begitu merindukan-Mu...
(23.08)minggu malam.Photobucket

Rabu, 11 Juni 2008

Photobucket
Bryan Adams - I Finally Found Someone

Barbra Streisand and Bryan Adams


Bryan Adams:
I finally found someone
That knocks me off my feet
I finally found the one
That makes me feel complete.


Barbra Streisand:
It started over coffee
We started out as friends
It's funny how from simple things
The best things begin.


Bryan Adams:
This time it's different
And it's all because of you
It's better than it's ever been
'Cause we can talk it through


Barbra Streisand:
My favorite line was
"Can I call you sometimes"
It's all you had to say
To take my breath away.


CHORUS Barbra Streisand and Bryan Adams:
This is it, oh I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one
To be with every night
'Cause whatever I do
It's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone.


Bryan Adams:
Did I keep you waiting?


Barbra Streisand:
I didn't mind


Bryan Adams:
I apologize.


Barbra Streisand:
Baby, that's fine


Bryan Adams:
I would wait forever just to know
You were mine.
You know, I love your hair
Are you sure it looks right?
I love what you wear
Isn't it too tight?
You're exceptional
Can't wait for the rest of my life.


CHORUS Barbra Streisand and Bryan Adams:
This is it, oh I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one
To be with every night
'Cause whatever I do
It's just got to be you
My life has just begun
I finally found someone.


This lyric is presented by Lyrics-DB

..

Selasa, 10 Juni 2008

Realisasikan quato perempuan 30% dipemilu 2009

Di Indonesia populasi perempuan lebih besar jikalau dibandingkan dengan populasi laki-laki. diduga perhitungan jumlah populasi perempuan akan terus bertambah di setiap tahunnya. menilik pembahasan keterwakilan perempuan dalam kancah politik masih sangat minim, terhitung sejak tahun 1955 hingga 1999(Metro Tv Tgl-14-November2002)keterwakilan suara perempuan masih tersingkir dari DPR-RI, wacana dan fenomena tersebut-pun manjadi sumber permasalahan ketika suatu realisasi dan implementasi, suatu kebijakan selalu menyudutkan posisi perempuan pada umumnya.
Sebut saja pada periode tahun 2004-2009 terdapat 62 perempuan yang mewakili sejumlah daerah di indonesia,serta dari sejumlah partai lainya, untuk duduk di kursi DPR-RI,padahal kita tahu bahwa jumlah keseluruhan anggota DPR-RI berjumlah 550 orang dari 33 propinsi yang ada di indonesia, dan dari sejumlah partai lainya, namun hal tersebut menyisakan tangis bagi gaung perempuan, bahwa tidak sampai setengahnya keterwakilan perempuan diperjuangkan. Sementara berbeda dengan keterwakilan dewan perwakilan daerah atau DPD dimana pada periode tahun 2004/2009, keterwakilan perempuan sudah sebanding dengan jumlah 128 orang, keterwakilan perempuan ini dari 270 orang anggota dewan perwakilan daerah, katakanlah posisi angka keterwakilan perempuan sudah cukup memuaskan untuk posisi keterwakilan DPD. Namun hal ini jauh berbeda dengan DPR-RI ntah kenapa tidak bisa sebanding, malah jumlah keterwakilan perempuan yang duduk di kursi legislatif tidak sampai setengahnya...Ada apakah gerangan?? Lalu dimana realisasi quato perempuan yang di gembar-gemborkan hingga menjadi wacana kontraversial, adanya perspektif pro dan kontra...
Peranan para aktivis perempuan-pun memotivasi para fraksi-fraksi untuk mendesak supaya mengadopsi dan mengindahkan usulan 30% quato perempuan pada kepengurusan partai dan keangotaan DPR dalam UUD partai politik.namun sangat disayangkan hingga detik ini pun wacana tersebut belum diindahkan.Anehnya lagi tanpa terkecuali perempuan yang notabene seorang legislatief duduk di kursi DPR-RI, menganggap hal ini tindakan yang berlebih-lebihan.
Sontak saja, hal tersebut menjadi reaksi balik para aktivis perempuan dan masyarakat peduli perempuan yang mengekspresikan kejengkelanya, terhadap pembahasan RUU partai politik. Dan kepada khlayak yang bersangkutan kenapa hal tersebut tidak di setujui? Lalu dimanakah sisi femini-mu untuk bersuara wahai perempuan? hal tersebut ini-pun sontak menjadi pertanyaan besar Why? and Why Not?...
alih-alih pun mulai didendangkan, berbagai spekulasi-pun muncul dalam menyikapi hal ini, ada yang mengatakan bahwa sebaiknya melalui uji kompetisi bebas saja? atau malah mulai memberikan pelatihanan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan daya serap peran perempuan pada politik, atau melalui partai politik yang menentukan penyedotan suara perempuan 30%?
Padahal alih-alih strategi politik, bukankah suara perempuan bisa dijadikan ajang kemenangan dalam menarik simpatisan perempuan menjelang pemilu 2009 ini... hey perempua populasimu besar mintalah mintalah keseimbangan dalam segala aspek. huh ribet yaah...
Ok kembali ke nice topic, pro dan kontra seputar quato perempuan pun terus bergulir, terang saja,yang kontra bersuara menyampaikan aspirasi kontranya, bahwa sesungguhnya kebebasan demokrasi lebih mementingkan proses daripada hasil, bahwa sesungguhnya demokrasi mengaggung-aggugkan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dan bahwa sesngguhnya demokrasi tidaklah memandang bulu, baik itu dia pria, wanita, putih, hitam, agama, ras, warna kulit, cantik, ganteng. Nah itulah alih-alih reasonnya...
Sementara yang Pro-pun tidak mau kalah saing, alih-alih berdalih, atas rencana quato tersebut argument-pun dilayangkan, perempuan melalui quato 'mau tidak mau' di era reformasi ini merupakan hak bagi perempuan untuk bersuara, bukankah negara kita demokrasi, sah-sah saja kan..., apalagi ini merupakan 'affirmative action' tau artinya gak yah..ne artinya tuh ya adanya pihak-pihak atau golongan yang menyetujui. nah itu maksudnya...so what gitu lho...
Apalagi ne ya perlu ditegaskan quato bukan suatu pengistimewaan tetapi sebagai penemuan kembali bagi peran perempuan yang sudah lama terpuruk dan terpinggirkan,saya rasa hal ini disebabkan karena adanya sistem yang bersifat situsional dimana sejarah budaya tidak berpihak, dengan kata lain perempuan yang selalu diposisikan hidup dibudaya masyarakat yang patriakal maksudnya adalah seorang perempuan sebaiknya duduk manis di rumah saja, mengurusi anak dan suami serta seorang perempuan tidak boleh menjadi seorang pemimpin tetapi yang berhak adalah para lelaki. Oh Tuhan sebenarnya keseimbangan sistem macam apa ini...Huh
Jujur saja sebenarnya kapabilitas seorang perempuan dan laki-laki tidaklah sama, jika diminta berperang dikesempatan yang sama maka,jelaslah kaum lelakilah yang mendominan, untuk itu himbauan-pun datang hanya dengan "Quato" lah, bahwa sesunggunya keterwakilan perempuan akan terselamatkan..sehingga saya, berani menjamin, bahwa politik akan santun jikalau perempuan banyak manjadi politisi, apalagi perempuan dikenal dengan sifat sosialnya yang sangat tinggi, belum lagi megenai kestabilan emosi,tingkat kesupelan, apalagi dibarengi dengan keseimbangan IQ,EQ,SQ, maka jelaslah perempuan bisa lebih mengontrol keseimbangan dan mampu me-menage-nya dibandingkan laki-laki. menyadari Hal ini saya rasa akan berpengaruh dan berdampak pada undang-undang baru yang tentunya akan lebih bijak dalam pengambilan keputusan,apalagi kelak UUD yang didasari pada UUD 45 akan lebih berkualitas, jikalau perempuan banyak menjadi perwakilan rakyat atau DPR-RI.
Untuk itu, perlu ketelitian responsif gender dalam hal peng-rekrutmen pengisian jabatan-jabatan perempuan dipolitik, marilah dengan angka kritis 30% realisasikan quato perempuan dipemilu 2009 ini, baik itu ditingkat struktural pusat maupun daerah, ingat bahwa perempuan mempunyai populasi lebih besar dibandingkan laki-laki jadi sebaiknya kebijakan yang diambil haruslah arif dan merata. serta tidak ada lagi tema bahwa perempuan patah arang,minder,takut, dll. Tetapi mulailah menantang diri sendiri dengan istilah kualitas dan kuantitas yang baik pula, dan tunjukan bahwa 'I can do it' serta hilangkan stigma pikiran kotor yang terekam dalam alam pikiranmu bahwa politik itu kotor, tetapi cobalah maknai proses sesuatu dengan nilai arti dirimu, dan prestasi nilaimu saya yakin kamu..kamu...bisa. ingat bukan politik yang kotor akan tetapi para pelakunya-lah yang menurutku kotor... OK

Senin, 09 Juni 2008

"Expansive merriage"


Tanggal 30mei bulan yang lalu tepatnya hari jumat, sekitar jam10.34,kakak-ku telefon dari sintang memberitahuku bahwa ia sudah mengirimiku uang saku, lekas saja aku bergegas mandi dan langsung menancapkan gas kalau-kalau ngantri di Atm Danamon yang terletak di daerah kepuh, karena memang saat itu sedang kanker alias (kantong kering...he...he...Setiba di Atm 'Alhamdulilah.... teryata tidak antri hanya berselang dua orang saja yang didepanku seorang ibu, yang menggunakan jilbab, dan satu lagi seorang cowok bermata sipit mengenakan kaos oblong dan celana pendek dan memakai sandal jepit, dugaan-ku sepertinya cowok ini belum mandi tercium angin segar aneh mengibas khas bau asam yang sulit ku-uraikan lekas saja ku tutup hidungku dengan jariku sialan...huh,Apalagi jarak antara aku dan dia sekitar 55cm...Huh sialan dasar tai kucing aku-pun langsung mundur mengambil jarak untuk jauh darinya...huh, entahlah tebakan-tebakan ku benar atau tidak akupun tak tau pasti..
Giliranku pun tiba yaah langsunglah ku tekan No pin dan mengecek saldoku, usai mengambil uang di perjalanan aku, sempat berpikir rasa-rasanya bulan ini ada sesuatu yang terlewatkan apa yaah...Oh itu.o iya..aku pun ingat, yaah akupun meluncurakan lurus motorku dan ming-iyakan pikiranku bahwa akan mampir terlebih dahulu ditoko buku kanisius karena memang ada sebuah buku yang lama ku incar tapi belum sempat kubeli, aku-pun tiba di toko buku kanisius dan langsung masuk menuju ke area antara area politik dan budaya, yaah mencari sebuah buku yang berjudul 'EXPENSIVE MERRIAGE'lekas ku, mengambilnya dan menuju area lain mengambil sebuah buku yang berjudul "Penilaian dan pengukuran dalam pendidikan" aku pun membalikan buku itu dan melihat profile pengarang..wah...wah...wajah garang seorang Dosen-ku yang menjenuhkan,menjemukan ntah apalah namanya Aku-pun mulai tersenyum memandang-nya....gimana tidak sudah 3x aku, mengulang mata kuliah beliau hasilnya tetap itu...itu saja, dan setiap kali para soper mengulang mata kuliah beliau, selalu saja beliau mengatakan "Masih Cinta ya pada saya" kok banyak wajah lama..huh...itu melulu...dan itu melulu...ah sudahlah.
Aku-pun bergegas ke kasir berniat membayar buku-ku dan mengeluarkan kartu langananku, setelah diakumulasi teryata buku yang kubeli diskon 50% alhamdulilah..artinya setengah harga yah 2 buku cuma habis 48ribu..hiks...Amin..amin. diskon kartuku-pun tidak berlaku lagi 20% karena memang prosedure-nya seperti itu jeng..
Aku, pun lekas langsung pulang dan penasaran membaca buku expensive merriage. ya expensive merriage adalah sebuah buku yang dikarang oleh J. Donald Walters yang sebelumnya mempunyai judul asli: Expansive Marriage, A Way To Self-Realization, 1995, Crystal clarity publishers, Nevada City, California. dan di cetak ulang oleh percetakan kanisius sebanyak 5x hingga tahun 2006,dan di terjemaahkan kembali oleh pihak kanisius.
Buku ini terdiri dari 13 Bab dengan sub nice topic yang berbeda dan mempunyai 1 hingga 184 halaman, buku ini berbicara mengenai perkawinan yang hakekatnya mengrealisasikan sebuah keteduhan spritual dengan unsur dinamis dan objektif sehingga membawa kita memunculkan energi di setiap kondisi apapun dan dimanapun. dimana Pak Walters memposisikan dasar sebuah perkembangan terus menerus dinamis dalam perjalanan sebuah perkawinan. dan menepiskan bahwa perkawinan tidak pada orientasi kesenangan hidup saja. dan uniknya pak Walters menantang pasangan-pasangan suami istri untuk berani bangkit menghadapi tantangan baru untuk saling beraspirasi dalam dirinya dan saling memberi inspirasi untuk hidup dengan potensi mereka yang tertinggi...huh begitulah kira- kira bahasa sang pengarang. detail-nya seperti apa mari ikuti saya, memahami alur pikiran seorang 'Walters' di buku ini yang paling menarik dan berkesan menurut saya,terletak pada Bab4 yang sub topicnya mengenai "Anda belum mengerti" yaah dari judulnya saja, sudah mulai memancing pertanyaan apalagi..wah...wah..ya sambung lagi yaah, O ya buku ini tentunya terdiri dari anak sub topic mengenai: Pikiran dan perasaan, Perang diantara jenis kelamin, Hidup perbedaan!, Wanita dalam dunia masa kini, Wanita sebagai pengangkat kesadaran, dan disertai rangkuman yang harapan Walters menggunakan dengan bahasa lain diakhir bab dengan kalimat 'Yang harus diingat' yaah ku rasa ia mau berpesan kepada kita.
Bab4 menceritakan dimana buah pemikiran yang pada dasarnya terletak pada pahami dan kenali dahulu pasanganmu, baik itu perbedaan biologis perempuan maupun laki-laki,yang pada umumnya mencangkup kepribadian yang kompleks baik itu mengenai pikiran dan perasaannya, yang di tunjukan pada sikap dan perilaku seseorang. Dimana pandangan ini terlepas dari pendidikan dan pengasuhan yang kita terima setiap harinya, serta harapan-harapan masyarakat terhadap kita, sehingga mau tidak mau mengkondisikan perilaku-perilaku yang dengan sangat mudah terkondisiskan dan terbentuk. Tapi ingatlah bahwa di balik penyatuan dalam pasangan sehidup semati, tentunya Walters juga menekankan, bahwa ada rahmat Tuhan yang tersembunyi, maka jelajahilah Rahmat Tuhan tersebut dengan penuh Optimistic dengan beragam keadaan-nya.
Jadi,dalam hal ini untuk menuju "Expensive Marriage" yang Optimal sehingga mampu menghantarakan kita "menuju ke arah pemenuhan diri" terletak pada satu kata kunci yang pertama " Kenalilah dahulu pasanganmu dengan landasan perbedaan biologis yang ada sejak lahir, serta kenali juga kepribadianya yang tercermin melalui kebiasaan dan perilakunya. Dan seiring berjalan kuantitas dalam ber-relasi, sebaiknya ditambahkan kekuatan ayat-ayat spritual dan menjadikanya landasan judul pondasi keutamaan kasih disegala hal, maka dengan sendirinya akan munculah energi-energi positif baru yang menjadi resep manjur didalam menjalin seni asmara ria.
OK inilah buku yang terakhir kubaca, baru bab8 masih ada 5 bab lagi yang akan kujelajahi, sebenarnya neh buku baik buat yang berkeluarga...dasar lina mau tau aja..he..he..Hiks Siipp deh..Gbu yaah lin.

Selasa, 13 Mei 2008

Potret Perempuan Indonesia

Sebut saja suminah perempuan berumur 32th,dan biasa dipanggil dengan sebutan sum,yang berasal dari sragen, sum sekarang tinggal di Jakarta bersama suami dan anak-anaknya. Di Jakarta sum, bekerja sebagai penjual kopi keliling tepatnya di sekitar daerah senayan Jakarta Pusat, biasanya aktivitas rutinitas seorang Sum, dimulai pada pagi hari tepatnya jam05.30 biasanya ia sudah berangkat dan mulai ngongkrong di daerah sekitar senayan dan menjajakan bakul yang dijinjingnya yang berisikan kopi maupun termos yang berisikan air panas.
Kadang kala ia sering berpindah-pindah tempat alasannya ya apalagi kalau bukan mencari tempat yang rindang dan penuh dengan pepohonan yaah menghindari sengatan panasnya sinar matahari yang begitu menyegat tubuhnya...ya itulah sosok Sum...
Pembicaraan pun kumulai ketika diam-diam ia melirik orang yang ramai, dan mulai mencuri perhatian orang-orang dengan gaya dan bahasa tubuh yang menarik pelangganya. kemudian mulailah mantra keluar dari mulutnya ya... apalagi kalau bukan mulut-mulut marketingnya...Kopi mas...Kopi mas...Opsss ia pun menoleh kepadaku, ya Mbk, Kopi mbk...Kopi mbk...Sum, pun menarik perhatianku, aku pun mulai tergoda tuk memesan secangkir kopi Mbk kopi ya...ia pun menjawab satu apa dua Mbk, akupun menoleh ke temanku dan menayakan apa ia mau apa tidak temankupun mengagguk mau dan akupun kembali menoleh kearah mbk sum,aku pun berkata dua Mbk, dengan sergapnya ia menurunkan jinjinganya dan pelan-pelan ia meramu dan membuatkanNya untuk ku dan temanku, setelah usai meramu iapun memberikanya pada ku dan temanku...ini Mbk kuambilah dengan dua tanganku dan kuberikan satu pada temanku...hhhhuuuuuuu....huuuu...Panasnya Kopi dan wanginya kopi, membuatku enggan dulu untuk meminumnya sambil ku tiup dulu agar tidak terlalu panas ya setidaknya Hangat2 kuku lah...
Sambil menunggu hangatnya kopi, akupun mulai memperhatikan mbk Sum ya mbk suminah...seringkali ia mengusap dahinya dengan tanganya, dan membetulkan sangulan rambutnya...nah pada saat inilah aku, mulai terdiam ketika melihat perangai, semangat, sikap,sifat-nya yang, membuatku teringat pada sosok Kartini sehingga dalam benak ku berkata, kalau saja kartini masih hidup, pastilah kartini bakal tersenyum ketika melihat sosok sum, yang menurutku begitu bersahaja, tangguh, dan mulia, begitu luwes mempertahankan hidup...Akupun mulai mencari-cari lagi perhatianya, O ya Mbk,pastilah menguntungkan ya menjual kopi seperti ini, apalagi kalau-kalau kopi mbknya pas rasanya...Ia pun tersenyum dan mulai menjawab pertanyaan ku, ya gak juga mbk-nya, terkadang memang laku tetapi terkadang juga tidak laku yaah hanya satu atau tiga orang aja mbk yang beli itu kalo tidak laku dalam satu hari lho mbk...Tapi Mbk, kalau laku biasanya untungnya ya bersihnya dapat Rp20000rb gitu, dan biasanya pulang sampai di rumah jam21.00 malam, ya datang-datang kerumah ya pasti senang,sum pun tersenyum bak, perempuan yang begitu bahagia, ketika ia mengungkapkan perasaan senang-nya ketika jualan kopinya laris, diam2 juga aku, mencuri lagi pandanganya atas ungkapan verbal dan non verbalnya...trus mbk,kadang juga saya mbk,sering membawa anak saya yang kecil ya kadang-kadang bantu sedikit2lah, tapi kasian juga kadang kecapean dianya kadang juga tertidur disini mbk,... oh gitu.. O ya mbk, anak mbk berapa tahun umurnya, umurnya se 2th lebih yang kecil, kalo yang tua sekarang kelas 5 SD,...ooo...begitu dan disertai dengan anggukanku, akupun mulai lagi bertanya, kalo suami mbk, kerjanya apa, sum pun menjawab suami saya kerja tukang becak, ya kadang-kadang narek kadang2 juga nggak, sakit-sakitan se mbk dianya... o ya Mbk, gak cape jadi beban kelurga, sum pun menjawab ya...nggaklah mbk, ya saya, jualan gini juga kan membantu kebutuhan perekonomian keluarga yaah buat makan bersama mbk. Oh gitu. Aku,pun mulai meng-angguk2kan kepalaku, sambil terdiam sejenak kucium lagi harumnya kopi, dan meminuminya kembali yang kurasa kopiku sudah terasa hangat...ketika ku minum akupun merasakan enaknya kopi buatan sum...aku pun mulai teringat dengan sosok ibu yang sewaktu pagi biasanya membuatkan kopi buat ayah, dimana aku pun iseng diam2 meminumnya sampai-sampai setegah gelas,endingnyapun aku selalu dimarahi ibu, karena sering seperti itu ha...ha....(akupun tersenyum kalau mengingat hal ini, yaah begitulah aku..he...)
Kopi pun habis kuminum, melihat kopi ku-pun habis temanku langsung membayarnya...dan kamipun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada mbk sum, dan bergegas pergi meninggalkanya.
500 meter tidak jauh kami meninggalkan mbk sum, akupun menoleh lagi ke arahya...Puji Tuhan akhirnya ada orang yang membeli lagi...Amin. ya begitulah kira2 ceritaku.
Banyak hal yang ku pelajari dari Sum, ia seorang perempuan Indonesia yang kokoh, kuat, bertanggung jawab, berani mengambil resiko, dan rela berkorban demi keluargannya,semestinya kukatakan SUMINAH adalah seorang yang bersahaja, tangguh, kuat, dan mulia, sungguh wanita yang luar biasa dan berdikari bagi dirinya dan mau berjuang, inilah kualitas dan dedikasi, rasa harga diri yang begitu kuat, sehingga mengahantarkanku membawa sosok perempuan menjadi lebih baik jikalau di barengi dengan pendidikan yang baik pula, yaah sitidaknya adalah harapan yang besar terhadap perempuan untuk mau mandiri dan ayolah...marilah menghapus budaya paternalistik bahwa perempuan tidak selalu di rumah saja,dan terus menjadi objek kekerasan, berkerja dan temukan makna, kurasa apapun yang baik pastinya halal Ok Mbk Sum...Sum,pasti Kartini bangga padamu...